Latest updates

Wah,Ternyata ini yang mempengaruhi harga Tiket Pesawat

Moda transportasi menggunakan pesawat saat ini sudah bukan lagi menjadi barang mewah, banyak dari maskapai penerbangan berlomba lomba memberikan jasa penerbangan dengan harga yang terjangkau. Meskipun hanya untuk kelas ekonomi atau beberapa kelas bisnis dengan tujuan tertentu.

 

Kita tentunya pernah bertanya tanya mengapa harga tiket pesawat berbeda pada tiap destinasinya? dan mengapa ada yang berani menerapkan harga promo sedang lainnya tetap dengan harga reguler? Tahukah Anda Harga Tiket Pesawat yang anda bayarkan memiliki komponen penentunya? Lalu apa saja komponen tersebut mari kita detailkan satu persatu.

 

 

  1. Passenger Service Charge

Kenaikan Passenger Service Charge ( PSC) ini biasanya diterapkan oleh bandara bandara yang dikelola oleh perseroan, Alasan utama dibalik kenaikan tersebut biasanya untuk peningkatan mutu pelayanan yang diterapkan di bandara itu sendiri. Atau dengan kata lain PSC adalah harga yang diterapkan pengelola kepada penumpang pesawat untuk berbagai fasilitas dan jasa penerbangan.

 

Meskipun tidak berwujud service atau pelayanan membutuhkan biaya yang tidak sedikit mulai dari Sumber Daya Manusia, system, hingga perawatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan itu sendiri.

 

Biasanya penyesuaian kenaikan harga tiket pesawat diterapkan pada bandara bandara yang sudah dikelola perseroan lebih dari 2 tahun investasi. Artinya pihak pengelola bandara tersebut sudah mengeluarkan budget berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan secara mandiri lebih dari 2 tahun sehingga membutuh penyesuaian biaya dari pusat.

 

Beberapa bandara yang butuh penyesuaian tersebut diantaranya Bandara Silangit dan Banyuwangi, seperti informasi yang disampaikan Awaludin bahwa kedua bandara tersebut sudah diinvest berkisar 2 sd 3 tahun sehingga sudah pantas untuk diusulkan kenaikannya.

 

  1. Airport tax atau pajak Bandara

Kenaikan harga tiket pesawat bisa juga dipengaruhi oleh komponen Airport tax atau biasa disebut pajak Bandara. Seperti yang kita ketahui bahwa per tanggal 1 maret 2018 yang lalu PT Angkasa Pura menaikkan Airport tax Bandara Soekarno- Hatta. Dengan kenaikan tersebut sudah pasti mempengaruhi kenaikan harga tiket pesawat yang akan dibeli oleh penumpang.

Bagi sebagian besar maskapai penerbangan keputusan terkait kenaikan tersebut sudah pasti membuat harga tiket penumpang ikut naik, sebagai bentuk penyesuaiannya. Meskipun sebenarnya saat penumpang pesawat membeli tiket mereka harus membayar beberapa komponen diantaranya harga dasar dan airport tax.

 

Adapun besaran kenaikannya bervariasi tiap type penerbangan dan tiap terminal seperti penerbangan domestic di terminal I Bandara Soekarno Hatta naik menjadi Rp 65.000 per penumpang dari yang semula Rp 50.000. Penerbangan domestic di terminal II juga mengalami kenaikan dari yang semula Rp 65.000 menjadi Rp 85.000. Penerbangan Internasional di terminal III mengalami kenaikan juga Rp 30.000 per penumpang dari semula Rp 200.000 menjadi Rp 230.000

 

Namun diantara berbagai maskapai penerbangan yang menaikkan harga tiket pesawat karena kenaikan Airport tax atau pajak Bandara ada juga maskapai yang mengklaim bahwa kenaikan Airport tax tersebut tidak mengubah harga tiket pesawatnya.

 

Seperti yang diutarakan oleh Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Sujono bahwa tidak ada perubahan harga tiket pada Sriwijaya Air meskipun ada kenaikan Airport tax atau pajak Bandara yang diterapkan per 1 maret 2018.

 

Memang sejatinya komponen harga yang diterapkan dalam harga tiket pesawat memang harus dikembalikan lagi kepada para penumpang yang menggunakan jasa penerbangan tersebut. Karena hal tersebut sudah menjadi hak yang harus diterima penumpang dari harga yang mereka bayarkan atas semua fasilitas dan jasa penerbangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *